Perang Teluk III, yang secara global dikenal sebagai Invasi Irak 2003 atau
Operation Iraqi Freedom, merupakan babak terakhir dari rangkaian konflik
besar di kawasan Teluk Persia yang melibatkan Irak. Perang ini menandai
berakhirnya kekuasaan Saddam Hussein yang telah memimpin Irak selama lebih
dari dua dekade.
Latar Belakang dan Penyebab Utama
Berbeda dengan Perang Teluk I (Irak-Iran) dan Perang Teluk II (Pembebasan
Kuwait), Perang Teluk III dimulai oleh inisiatif Amerika Serikat di bawah
pemerintahan George W. Bush. Beberapa alasan utama yang dikemukakan sebagai
pemicu invasi adalah :
- Senjata Pemusnah Massal (WMD): Tuduhan bahwa Irak memiliki dan mengembangkan senjata kimia, biologi, atau nuklir yang mengancam keamanan dunia.
- Tuduhan Hubungan Terorisme: AS menuduh rezim Saddam Hussein memiliki keterkaitan dengan kelompok Al-Qaeda pasca-serangan 11 September 2001.
- Demokratisasi dan Hegemoni: Upaya menggulingkan rezim diktator demi menciptakan pemerintahan yang demokratis dan pro-Barat di Timur Tengah, serta mengamankan dominasi akses terhadap sumber daya minyak.
Jalannya Perang (2003–2011)
Invasi militer dimulai pada 20 Maret 2003 dengan serangan udara
besar-besaran yang diikuti oleh pergerakan pasukan darat koalisi (AS,
Inggris, Australia, dan Polandia).
- Kejatuhan Baghdad : Hanya dalam waktu sekitar tiga minggu, pasukan koalisi berhasil menembus ibu kota Baghdad pada April 2003, yang secara simbolis ditandai dengan perobohan patung Saddam Hussein.
- Penangkapan Saddam Hussein : Setelah menjadi buronan selama beberapa bulan, Saddam Hussein ditangkap dalam "Operasi Fajar Merah" pada Desember 2003 dan kemudian dieksekusi mati oleh pemerintah transisi Irak pada tahun 2006.
- Fase Pendudukan dan Gerilya : Meskipun kemenangan militer konvensional diraih dengan cepat, pasukan koalisi menghadapi perlawanan gerilya yang panjang dari milisi lokal serta konflik sektarian antara kelompok Sunni dan Syiah.
Dampak dan Akhir Konflik
Perang ini secara resmi berakhir ketika pasukan AS terakhir menarik diri
dari Irak pada Desember 2011. Dampak dari Perang Teluk III meliputi :
- Korban Jiwa : Diperkirakan antara 150.000 hingga lebih dari satu juta orang tewas, termasuk ratusan ribu warga sipil Irak.
- Instabilitas Regional : Kekosongan kekuasaan pasca-perang menjadi salah satu faktor pemicu bangkitnya kelompok ekstremis seperti ISIS.
- Krisis Ekonomi : Perang ini menelan biaya triliunan dolar bagi AS dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah bagi ekonomi Irak.
Untuk tinjauan mendalam mengenai sejarah konflik ini, Anda dapat merujuk
pada arsip Encyclopaedia Britannica atau dokumentasi sejarah di National
Army Museum.
0 Komentar