Hingga Desember 2025, situasi di Suriah telah memasuki babak baru setelah
jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Meskipun pemerintahan baru
telah terbentuk, konflik bersenjata dan tantangan kemanusiaan masih terus
membayangi negara tersebut.
Berikut adalah artikel lengkap mengenai sejarah, dinamika, dan kondisi terkini perang di Suriah:
1. Latar Belakang dan Pemicu (2011)
Perang saudara ini berakar pada gelombang Arab Spring tahun 2011. Protes
damai menuntut reformasi demokrasi dan pengunduran diri Bashar al-Assad
dipicu oleh kemarahan terhadap rezim otoriter, pengangguran, dan tindakan
represif aparat. Penahanan dan penyiksaan terhadap sekelompok remaja yang
menulis grafiti anti-pemerintah menjadi katalisator yang mengubah protes
damai menjadi pemberontakan bersenjata.
2. Dinamika Konflik dan Keterlibatan Asing
- Pemerintah Assad: Selama lebih dari satu dekade didukung oleh Rusia, Iran, dan milisi Hizbullah.
- Oposisi: Terdiri dari berbagai faksi, termasuk Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan kelompok Islamis seperti Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang sempat mendapat dukungan dari Turki, AS, dan beberapa negara Teluk.
- Kelompok Terorisme: Munculnya ISIS dan Al-Qaeda memperkeruh medan tempur dan memicu intervensi militer internasional besar-besaran untuk memberantas kelompok ekstrimis tersebut.
3. Runtuhnya Rezim Assad (Akhir 2024)
Setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan, situasi berubah drastis pada akhir 2024 :
- Kejatuhan Damaskus: Pada 8 Desember 2024, pasukan pemberontak yang dipimpin oleh HTS berhasil mengambil alih ibu kota Damaskus.
- Pelarian Assad: Bashar al-Assad melarikan diri ke Rusia, menandai berakhirnya kekuasaan keluarga Assad yang telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun.
4. Situasi Terkini di Tahun 2025
Meskipun Assad telah jatuh, Suriah belum sepenuhnya damai pada 2025 :
- Pemerintahan Transisi: Pada Maret 2025, ditandatangani konstitusi sementara yang menetapkan masa transisi lima tahun di bawah sistem presidensial.
- Pertempuran Berlanjut: Kekerasan masih meletus antara aparat keamanan pemerintahan baru dengan sisa-sisa loyalis Assad. Pada Maret 2025, pertempuran di Latakia menewaskan lebih dari 1.000 orang.
- Konflik Kurdi dan Israel: Bentrokan juga terjadi antara pejuang Kurdi (SDF) dan pasukan pemerintah di Aleppo pada akhir September 2025. Selain itu, Israel terus melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah untuk menargetkan sisa-sisa pengaruh milisi asing.
- Pemberantasan ISIS: Hingga Desember 2025, operasi tumpas ISIS masih berlangsung, dengan penangkapan pemimpin senior ISIS di pedesaan Damaskus.
5. Dampak Kemanusiaan
Setelah 14 tahun konflik, dampaknya terhadap warga sipil sangat menghancurkan :
- Korban Jiwa : Diperkirakan lebih dari 500.000 orang tewas sejak awal perang. Pada tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 11.000 warga Suriah tewas akibat kekerasan yang masih berlangsung.
- Krisis Pengungsi : Suriah menjadi sumber krisis pengungsi terbesar di dunia, dengan jutaan orang mengungsi ke negara tetangga atau menjadi pengungsi internal.
- Kehancuran Infrastruktur : Ratusan situs warisan budaya hancur, dan layanan dasar seperti air serta listrik di banyak kota masih terputus.
- Saat ini, warga Suriah di bawah kepemimpinan baru (seperti Abu Mohammed al-Jolani dari HTS) tengah menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali negara yang hancur dan menyatukan berbagai faksi yang masih berseteru.
0 Komentar