Banjir tetap menjadi salah satu bencana alam yang paling mematikan bagi
umat manusia. Memasuki tahun 2026, fenomena cuaca ekstrem seperti La Niña
terus memberikan ancaman nyata bagi banyak negara. Namun, jika menoleh ke
belakang, sejarah mencatat beberapa peristiwa banjir dengan skala kehancuran
yang sulit dibayangkan.
Berikut adalah daftar banjir terparah di dunia berdasarkan jumlah korban
jiwa dan dampak kerusakan secara historis.
1. Banjir Tiongkok (1931) – Korban: 3,7 hingga 4 Juta Jiwa
Banjir ini dianggap sebagai bencana alam paling mematikan di abad ke-20.
Dipicu oleh curah hujan ekstrem setelah periode kekeringan panjang, Sungai
Yangtze, Sungai Kuning, dan Sungai Huai meluap secara bersamaan.
- Dampak: Menenggelamkan wilayah seluas 77.700 kilometer persegi (seukuran beberapa negara kecil) dan menyebabkan 40 juta orang kehilangan tempat tinggal.
- Penyebab Kematian: Selain karena tenggelam, jutaan orang tewas akibat kelaparan dan wabah penyakit seperti kolera yang menyebar pascabanjir.
2. Banjir Sungai Kuning (1887) – Korban: 900.000 hingga 2 Juta Jiwa
Sungai Kuning (Huang He) di Tiongkok sering dijuluki sebagai "Kesedihan
Tiongkok" karena sejarah luapannya yang mematikan. Pada tahun 1887, tanggul
di Provinsi Henan jebol akibat curah hujan tinggi.
- Dampak: Air bah menyapu dataran rendah dengan sangat cepat, menenggelamkan kota-kota dan lahan pertanian seluas 15.000 kilometer persegi.
3. Banjir Sungai Kuning (1938) – Korban: 500.000 hingga 800.000 Jiwa
Berbeda dengan banjir lainnya, tragedi tahun 1938 merupakan bencana yang
dipicu oleh tindakan manusia selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Pemerintah
Nasionalis Tiongkok sengaja menghancurkan tanggul untuk menghentikan laju
pasukan Jepang.
- Dampak: Meskipun berhasil menghambat musuh, air bah tersebut menghancurkan ribuan desa dan membunuh ratusan ribu warga sipil mereka sendiri.
4. Siklon Bhola, Bangladesh (1970) – Korban: 300.000 hingga 500.000
Jiwa
Meskipun secara teknis adalah siklon tropis, penyebab utama kematian massal
dalam peristiwa ini adalah banjir rob (gelombang badai) raksasa yang menyapu
pulau-pulau rendah di Delta Gangga.
- Dampak: Ini tetap menjadi salah satu bencana banjir akibat badai paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah modern.
5. Banjir Bendungan Banqiao (1975) – Korban: 171.000 hingga 230.000
Jiwa
Runtuhnya Bendungan Banqiao di Tiongkok akibat terjangan Topan Nina
menyebabkan gelombang air setinggi 10 meter yang bergerak dengan kecepatan
luar biasa.
- Dampak: Banjir ini menghancurkan puluhan bendungan lain di hilir dalam reaksi berantai, menyebabkan kehancuran infrastruktur total di wilayah tersebut.
Kondisi Terkini: Tantangan di Tahun 2026
Di awal tahun 2026 ini, pola cuaca global semakin tidak terprediksi.
Sepanjang tahun 2025, dunia menyaksikan banjir besar di berbagai wilayah
mulai dari Sumatra di Indonesia hingga Texas di Amerika Serikat. Para ahli
kini menekankan pentingnya manajemen risiko bencana yang lebih adaptif,
yakni dengan "memberikan ruang bagi sungai" alih-alih hanya mengandalkan
tanggul buatan yang bisa jebol kapan saja.
Baca Juga: Update Peringatan Dini Banjir Jakarta 2026 - BMKG
0 Komentar